Minggu, 01 April 2012

Actually, That's You [Part 1]


Actually, That's You [Part 1]

Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Hyejinother Super Junior members
Author : Park Yeonra


Percayakah aku terhadap cinta? Haha kalimat itu selalu berhasil membuatku tertawa. Tapi setiap itu juga aku menanyakan hal itu pada hatiku, "percayakah aku pada Cinta?".. Pertanyaan bodoh, aku yakin dan percaya tak ada yang namanya Cinta di dunia ini. Dan aku tak membutuhkan Cinta, aku hanya pemain Biola yang tinggal di jalanan, tanpa mengharapkan sebuah kehangatan bola lampu pijar di musim salju.


***

Hyejin's pov

Aah~ jadwal kuliah hari ini akhirnya selesai juga. 18 jam sehari, sungguh melelahkan dan membosankan, tapi.. Ya, musik adalah hidupku, aku tak pernah membayangkan kehidupanku tanpa sebuah musik. Kutatap lagi jalanan kota Seoul yang selalu menjadi pemandangan biasa di mataku. Jalanan yang selalu padat akan kendaraan bermotor dan penjalan kaki, serta gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi memantulkan sinar yang sangat indah. Kembali terulang diingatanku tadi, perkataan dosen yang sudah keriput itu

"Sebuah musik akan terdengar begitu indah jika kau memainkannya dengan Cinta"

Aiisshh.. Aku tak begitu mengerti apa itu Cinta, bahkan bercinta saja belum. Sepanjang hidup 21 tahunku aku tak pernah memiliki seorang kekasih, entah memang tak ada yang ingin padaku, atau memang bukan saatnya bagiku untuk menjalin sebuah hubungan serius. Aakkhh!! Aaww... Sungguh bodoh! Kaleng ini! Dia ingin membunuhku.. Hampir saja aku mati tertabrak truk tadi.. Aah.. Mana lagi tali sepatuku terbuka, kubungkukkan badanku dan mengikat tali sialan itu. Eh? Suara apa ini?? Terdengar seperti suara biola darimana asalnya?

Kuedarkan pandanganku, hari ini memang banyak yang melakukan Street live atau pertunjukkan jalanan, bahkan ada beberapa penyanyi terkenal juga yang ikut meramaikan suasana seperti ini. Tapi, suara ini berbeda, kupererat genggaman ku pada tas selempang yang sedang kukenakan lalu mengikuti darimana arah suara itu. Sebuah gang kecil dan sempit darisanalah aku bisa mendengar suara permainan biola yang begitu menyayat itu. Ku tajamkan penglihatanku, tampak seorang namja disana, tubuhnya tinggi semampai, aku memutuskan untuk ikut masuk kedalam gang itu, untuk melihatnya lebih jelas.

Permainannya sangat indah, dan suara dari biolanya itu sungguh menyayat dan berhasil membuatku mematung disana. Dia membalikan tubuhnya yang sedari tadi membelakangiku dan Aigoo~ neomu kyeopta!! A.. Apa dia malaikat.. Sungguh tampan, matanya menatapku tajam, dengan wajah datar seperti itu saja aku yakin dia bisa menenggelamkan gadis-gadis dalam penglihatannya. Dia menatapku sekilas lalu memasukan biolanya kedalam tas. Eh?? Selesai?? Aku belum puas!!

"He...hei" kataku, dia menatapku tatapan dingin itu lagi
"Kau yang memainkan biola itu?" Tanyaku sopan, berharap bisa mendengar suaranya
"Apa urusanmu?" Katanya dingin, aku membulatkan mataku, dia mengacuhkan aku lalu melangkah keluar meninggalkan aku yang masih terdiam disana.

Aku menatap punggungnya yang semakin menjauh dan menghilang diantara gemerlap cahaya kota Seoul itu. Aah~ bisakah aku kembali ke menit-menit yang sudah lewat itu??

***

"Aku pulaang"
"Kenapa baru jam segini kau kembali?? Darimana saja kau??"

Terdengar di telingaku suara seorang namja yang sudah tidak asing lagi, itu kakakku Lee Hyukjae. Aku menatapnya sekilas lalu melewatinya menuju ruang tengah, dia menatapku dan mengikutiku menuju ruang tengah.

"Kutanya.. Mengapa kau baru pulang jam segini?? Malah mengacuhkanku" protesnya, tak bisakah sedikit saja dia mengerti bahwa aku lelah. Aku menghela nafas panjang, belum mau membuka suara. Hyukkie menatapku meminta penjelasan mengapa jam setengah 12 ini aku baru tiba di rumah.
"Tadi aku mencari seseorang dulu" kataku dengan suara yang sangat pelan. Hyukkie mendekatiku dan duduk bersila dihadapanku, aku menatapnya
"Siapa?" Katanya lagi
"Seseorang, aku juga tak tau siapa namanya, tapi.. Permainan biolanya sungguh indah" kataku sambil tersenyum. Hyukkie berdecak, Mwo?? Apa aku salah bicara?
"Kukira kau mencari siapa?? Hanya mencari orang yang tak begitu penting" katanya, aku membulatkan mataku begitu mendengarnya berucap seperti itu. Hei! Hyukjae kau belum melihat penampilannya! Jika kau melihatnya aku yakin kau juga akan berlaku seperti layaknya aku!! Geram aku jika melihatnya seperti ini
"Aah.. Terserahlah, aku hanya mengungkapkan alasanku.." Kataku ketus, kuraih tas selempangku dan berjalan menuju kamarku. Malas aku jika sudah berurusan dengan kakakku itu. Kami bisa mengoceh semalam suntuk layaknya pasangan suami istri yang tak pernah akur.

Kurebahkan tubuhku diatas kasur kerasku, menerawang langit-langit kamarku yang sudah mulai berubah warnanya dari putih menjadi agak kekuningan. Kembali terekam saat aku melihat wajah super tampan namja itu. Aah~ sungguh pengalaman yang tak bisa kulupakan, jika besok dia melakukan street live itu lagi. Aku berjanji akan menontonnya! Harus!

***

"Ka, Aku berangkat!!" Kataku seraya mengambil sepotong roti tawar yang baru selesai dipanggang lalu menuju pintu depan setelah selesai mengikat tali sepatu ketsku. Aku terlambat!! Akan sangat menyebalkan jika kau dimarahi dosen karena alasan terlambat seperti ini.

Dengan sangat tergesa-gesa aku menaiki bis begitu sampai di halte.. Ahh!! Aku menabrak seseorang,

"Hei hati-hati!!!" Hardiknya padaku, dia...dia... Dia kan yang semalam?? Namja tampan bagaikan malaikat pemain biola, kini ada dihadapanku lagi.. Mimpi apa aku semalam????

***

Kyuhyun's pov

Sial! Aku terlambat, kenapa jarum jam ini harus berputar begitu cepatnya?? Kupacu langkahku melewati jalanan Seoul untuk mencapai halte bis yang mulai terlihat itu. Saat akan menaiki bis aku tertabrak seseorang, punya matakah dia?? Aakh tanganku sakit!

"Hei, Hati-hati!!!" Hardikku padanya, yeoja itu menatapku seolah melihat setan, matanya terbelalak begitu melihat wajahku, ya, aku tau aku tampan.. Tapi tak usah menatapku seperti itu, membuat risih saja. Aku meninggalkannya yang masih mematung dalam posisi duduk itu dan menaiki bis. Tak lama dia juga mengikutiku, kelihatannya tujuan kami sama, ah, jangan sampai.. Kuharap tujuanku dan dia berbeda. Aku mengambil tempat duduk di dekat kaca jendela bis, itu memang kebiasaanku. Bis mulai berjalan dan mengubah pemandangan yang kulihat menjadi jalan perkotaan yang sedang padat. Aku merasa ada yang memperhatikan, dengan malas kutolehkan wajahku, dan.. Taraa, bocah ini duduk di samping dengan pandangan yang memuakkan

"Kenapa melihatku seperti itu? Kau minta dibunuh?" Kataku ketus, malas sekali sebenarnya membuka percakapan dengan yeoja ini.
"Aigo~ mulutmu itu sepertinya harus kau sekolahkan! Enak saja.. Aku bukan menatapmu" katanya sambil mengalihkan pandangannya dan menggembungkan pipi tembemnya itu
"Oh ya?" Tanyaku tanpa menolehkan wajahku lagi
"Ya" jawabnya singkat, ada sedikit nada kejengkelan dari ucapannya itu "kau kuliah dimana?" Tanyanya lagi, aku menatapnya, kedua bola mata coklatnya itu.
"Kyunghee? Dan tolong jangan bilang kau juga kuliah disana dan jurusan musik modern" kataku
"Ya, itu memang benar, aku kuliah di Kyunghee dan mengambil jurusan musik modern" jawabnya, aku memutar mataku, sudah tau bahwa itu jawabannya
"Neraka" kataku pelan, yeoja itu membulatkan matanya
"Hey! Aku tau kau tampan tapi paling tidak hargai aku sedikit!" Hardiknya, aku menatapnya memberikan tatapan seperti ini akan memabantunya diam. Dan berhasil tatapan 'lalu maumu apa?' Ini berhasil membungkam mulutnya yang sedari tadi berkicau mengucapkan kalimat yang bisa merusak telingaku.

Hyejin's pov

"Oh ya?" Tanyaku tanpa menolehkan wajahku lagi
"Ya" jawabku singkat, orang ini sungguh mengesalkan. Aku tak suka orang dengan tipe sepertinya. Aku terdiam sejenak lalu menanyakan,"kau kuliah dimana?" Itulah pertanyaanku, dia menatapku datar, matanya itu sangat mempesona. Selalu berhasil membuatku terdiam
"Kyunghee? Dan tolong jangan bilang kau juga kuliah disana dan jurusan musik modern" katanya tanpa melihatku lagi, dia berkonsentrasi menatap pemandangan di luar bis
"Ya, itu memang benar, aku kuliah di Kyunghee dan mengambil jurusan musik modern" jawabku, mendengar jawabanku dia memutar matanya, seperti dia memang sudah tau jawabanku
"Neraka" kata namja sial ini pelan namun sampai di telingaku yang jelas-jelas dekat dengannya, aku menoleh dan membulatkan mataku. Hei, seburuk apakah aku dimatamu??
"Hey! Aku tau kau tampan tapi paling tidak hargai aku sedikit!" Aku membentaknya, rasa amarah sudah menguasai diriku, aku memang benar-benar tak suka diperlakukan seperti ini, dia menatapku dengan tatapan tak peduli namun berhasil membungkam mulutku.

***

"Aaahh... Eonni~" keluhku saat sampai di kelas, aku langsung menyambar kursi di sebelah teman terbaikku selama aku kuliah disini Lee Eunhwa, dia lebih tua dariku 3 tahun jadi aku memanggilnya eonni,
"Ada apaa?? Kau belum sarapan?" Tanyanya asal tanpa mengalihkan pandangannya dari buku itu. Iissh.. Bukan itu.. Aku menceritakan kejadian menyebalkan tadi
"Jadi?? Kau bertemu dengan si magnae itu?" Katanya, kali ini kedua bola matanya menatapku yang sudah berhenti mengoceh itu, aku membulatkan mataku
"Magnae??" Kataku
"Iya.. Diantara 3 temannya dia itu magnae, evil magnae, Cho Kyuhyun" jelas Eunhwa, aku menganggukan kepalaku, sekarang aku tau namanya, Cho Kyuhyun kelihatannya dia orang kaya
"Kau tak menyukainya kaan?" Tanya Eunhwa dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku menggeleng "aku hanya suka permainan biolanya, tidak lebih" jawabku

Aku ingat sesuatu, tapi.. aah, tak begitu jelas, tak lama aku mendengar suara pintu geser kelas dibuka 3 orang namja memasuki kelasku dan aku mengenali salah satu dari mereka bertiga. Cho Kyuhyun, tak kusangka kita sekelas. Melihatku yang terus menatap mereka bertiga, Eunhwa menepuk pundakku lalu mengenalkan mereka satu-persatu
"Yang satu itu.. Pakai jaket putih berambut agak kecoklatan, namanya Kim Jongwoon, tapi dia lebih sering dipanggil Yesung, suaranya bagaikan suara malaikat, bagus sekali" jelas Eunhwa tepat ditelingaku. Aku menganggukan kepalaku tanda menegerti
"Yang satu lagi.. Yang duduk di sebelah Kyu sekarang namanya Kim Kibum, dia itu namja idola di Kyunghee ini. Kau tau kan?? Orang yang selalu dibicarakan Sica dkk?? Nah itu orangnya" jelas Eunhwa lagi, aku menganggukan kepalaku lagi.

Aku melihat Kyu, dia memperhatikan aku lalu mengatakan sesuatu pada Kibum, namja itu tersenyum lalu melihat kearahku dan tersenyum, aku membalasnya hanya dengan tersenyum dengan perasaan ragu dan menganggukan kepalaku

"Annyeong" katanya, setiap huruf yang dia katakan itu sukses membuat seluruh tubuhku gemetaran. Namja seperti dia menyapaku, omona~ bagaikan mimpi!
"A..a..anyeong" jawabku aku kembali menganggukan kepalaku. Tingkat kegugupanku sudah mencapai 100%

Sekarang aku beradu pandang dengan Kyu, namja sial ini menatapku datar lalu kembali memainkan PSP, aku membenarkan posisi dudukku kembali mengahadap ke depan.

"Kyu itu maniak game, dia sering sekali memainkan game di jam dosen ngajar, dia juga baru belajar main biola belakangan ini.. Tapi prestasinya di bidang biola itu sudah menjulang! Hebat ya" kata Eunhwa lagi, entah sejak kapan cerewetnya yeoja adik sepupu dari Lee Donghae ini menjadi begitu cerewet sepertiku. Tapi.. Setiap kata yang keluar dari mulutnya itu membuatku semakin mengenal mereka bertiga. Kulihat Sica menatapku tajam, aah eonni ku yang satu itu mudah sekali cemburu. Tenang saja, aku tak mungkin merebut Kibum dari pelukanmu.

***

Jam setengah 6 sore, tumben hari ini tak selama biasanya. Kulirik lagi jam tangan hijau lumut yang melingkar di tanganku. Tidak salah! Aah akhirnya aku bisa pulang.. Eunhwa menatapku dan sebuah senyuman simpul terkembang di wajahnya. Aku menatapnya bingung

"Hei miina, boleh aku bergabung?" Terdengar suara seorang namja yang tiba-tiba sajamenarik kursi dan duduk. Depan kami berdua, aku mengenali wajahnya dia Yesung. Aku tersenyum
"Tentu saja" kataku "eh? Eonni kelihatannya aku duluan saja, aku mau beli kue pedas untuk kaka sampai jumpa, Jongwoon-ah, sampai jumpa" aku berpamitan pada mereka berdua. Yesung menahan tanganku kemudian berdiri tepat di depan wajahku.
"Mau pulang? Kuantar ya? Kudengar kau adik Hyukjae temanku" katanya
"Hyung, ayo pulang" aku kenal suara ini, aku menolehkan wajahku, benar kan? Kyu ada disana
"Aku mau mengantarnya dulu" jawab Yesung, dia menyentuh pundakku sambil tersenyum pada Kyu
"Ya sudah.. Aku ke dorm duluan bersama Kibum, jangan malam-malam kau ingat pesan Teukkie hyung kan?" Katanya lagi, jujur aku tak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan
"Ta..tak usah, aku mau mampir ke kedai dulu membeli kue pedas" aku mengangkat suara

Kyuhyun's pov

"Hyung, ayo pulang" ajakku pada Yesung yang masih berdiri di depan yeoja sial yang membuat membuat tanganku memar seperti ini
"Aku mau mengantarnya dulu" ujar Yesung, entah kerasukan setan apa lagi manusia ini sampai mau mengantarkan orang lain, apalagi ini seorang Yeoja yang tadi dipanggil miina olehnya
"Ya sudah.. Aku ke dorm duluan bersama Kibum, jangan malam-malam kau ingat pesan Teukkie hyung kan?" Aku kembali berucap, malas aku berdebat dengannya.. Rasa lelah sudah menggerayapi tubuhku ditambah lagi masa ada yang harus kulakukan di dorm
"Ta..tak usah, aku mau mampir ke kedai dulu membeli kue pedas" yeoja sial ini mengangkat suara, yang sejak tadi hanya diam dan melihatku berbicara dengan Yesung. Ha?! Biar kutebak, dia pasti tak mengerti apa yang kubicarakan dengan Yesung.

Kuhampiri Kibum yang sudah menunggu di depan ruang kelas

"Mana Yesung?" Tanyanya
"Mengantarkan pacarnya" jawabku asal
"Pacar??"

Sebelum aku berhasil menjawab pertanyaan Kibum ponselku bergetar, tanda telepon masuk. Eomma? Aku menatap layar ponsel tak percaya, eomma?? Menghubungiku?

"Ada apa eomma? APA?!"

***

Hyejin's pov

Kumelangkah memasuki rumahku, yang kecil ini, kudengar kaka sepertinya sedang berbincang dengan seseorang di dalam. Suara ini benar-benar tak asing di telingaku, dan benar, kudapati kakakku berbincang dengan appa. Tapi, apa yang mereka bicarakan?

"Hyejin?? Kau pulang?" Kata kakakku, dia bangun dari tempatnya duduk, senyuman ini.. Jangan bilang ada sesuatu yang buruk bagiku dan baik bagi mereka akan terjadi di rumah ini. Dan tolong jangan bilang aku korbannya

"Sayang, kau ingat rencana perjodohanmu dulu?" Tanya appa, aku mengangguk
"Dan kau masih ingat dengan siapa kau akan dijodohkan nantinya?" Tanya appa lagi, aku menggeleng seingatku appa tak pernah mengenalkan pasanganku dan aku juga tak pernah menyetujui perjodohan ini.
"Bulan depan, kau akan bertemu dengannya" sahut kakak, aku membulatkan mataku dan menatap mereka bergantian. Mulutku masih terkunci belum berani menarik kesimpulan apa-apa
"Mwo?" Hanya respon itu saja yang bisa kuberikan

To Be Continued
Posting Komentar